20 Jun 2009

Pendidikan untuk Suami ( 2 )

Buku ini menyebutkan kekeliruan kekeliruan yang biasa dilakukan oleh seorang
suami terhadap istrinya, dalam ringkasan tulisan sebelumnya telah disebutkan 10 kesalahan-kesalahan suami terhadap istri, adapun tulisan ini adalah melengkapi tulisan sebelumnya untuk merinci hal apa saja yang seharusnya tidak patut (baca; tidak boleh) dilakukan suami terhadap istrinya. Dengan maksud sebagai bahan introspeksi agar rumah tangga menjadi lebih harmonis.

Kekeliruan-keliruan berikutnya yang biasa dilakukan oleh seorang
suami terhadap istrinya, yaitu:

11. Hobi mencela dan mengkritik istri

12. Kurang berterima kasih kepada istri
Apa ruginya jika Anda memuji istri Anda karena kecantikannya dan
kerajinannya? Apa ruginya jika Anda berterima kasih padanya atas suguhan
yang ia siapkan untuk tamu Anda? Apa pula ruginya jika Anda menyatakan
terima kasih Anda karena telah mengurus rumah dan anak anakmu, walaupun itu
merupakan tugasnya, walaupun ia melakukannya sebagai kewajibannya? Semua itu
dapat memperkuat kasih sayang antara suami istri.

13. Sering bertengkar
14. Lama meninggalkan istri tanpa alas an
Sayyidina Umar bin Khottob pernah menyuruh pulang seorang sahabat yang ikut perang lebih dari 4 bulan agar menemui istrinya di rumah, karena kekuatan istri untuk berpuasa tidak di gauli ukurannya tidak lebih dari 4 bulan.

15. Terlalu sibuk hingga jarang menemani keluarga
16. Bersikap kasar terhadap istri

17. Malas berhias untuk istri
Sebelum bercinta di anjurkan untuk mandi juga berwudlu untuk saling menjaga kebersihan badan masing-masing, disunnahkan memakai wangi-wangian untuk menambah rasa harmonisnya dalam bercinta.

18. Mengabaikan sunnah sebelum bercinta
Islam menganjurkan melakukan hal-hal yang di sunnahkan sebelum bercinta, missal sholat sunnah dua rakaat, berdo`a sebelum berhubungan badan agar terjaga dari godaan syetan dan agar sperma yang keluar pada waktu itu menjadi anak yang sholeh.

19. Mengabaikan kesantunan dan etika bercinta
Islam sangat memperhatikan sekali etika bercinta, missal harus melakukan forplay secukupnya, tidak boleh dilakukan lewat belakang

20. Mengumbar rahasia ranjang
Rahasia ranjang adalah aib, suami-istri harus menjaga dari aib masing-masing tidak boleh bercerita, mengumbar dan curhat rahasia ranjang kepada orang lain.

21. Buta terhadap kondisi kejiwaan istri
Suami dituntut peka terhadap kondisi psikis sang istri. Dengan memahami
kondisi istri, membantu suami bersikap secara tepat.

Ada juga suami yang tidak tahu problem problem alamiah wanita, baik ketika
mengandung, haidh, nifas, dan lainnya. Ketika mengalaminya, kadang ia
merasakan kesulitan dan kegelisahan. Apalagi ketika mengandung dan mengidam.
Pada saat itu, istri menginginkan banyak hal.

Kadang pula ia tidak menyukai sesuatu, sehingga tidak tahan melihatnya atau
menciumnya. Terkadang ia tidak menyukai rumahnya, suaminya, atau hal hal
lain. Jika suami tidak mengerti hal itu, ia bisa saja beranggapan bahwa
istrinya telah membencinya dan bosan dengannya. Kadang pula, suami lantas
bersikap keras, dengan menceraikan istrinya. Ia tidak tahu sikap istrinya
itu di luar keinginannya.

Karena itu, suami sepatutnya memahami masalah masalah ini agar tidak jatuh
dalam kekeliruan kemudian menyesal. Saat itu, penyesalan tak lagi berguna.
Jika ia tidak paham hal hal seperti ini, semestinya ia bertanya. Sebab, obat
kebodohan adalah bertanya.

22. Menggauli istri ketika haid
23. Menggauli istri lewat dubur
24. Memukul istri tanpa alasan
25. Poligami dengan niat buruk
26. Tidak adil pada para istri
27. Terburu buru memutuskan cerai
28. Enggan menceraikan setelah mustahil berdamai
29. Mencela mantan istri
30. Mengabaikan anak usai bercerai
31. Habis manis sepah dibuang
32. Memandang hijau kebun tetangga.

[PERSONAL VIEW]
------------ ---
Buku ini bagus dibaca agar kita bisa mengetahui bagaimana menjadi suami yang
baik. Tetapi upaya memperbaiki rumah tangga bukan hanya dari sisi suami
saja. Harus dibarengi juga dengan upaya memperbaiki diri istri. Dengan
begitu, niatan untuk membentuk keluarga yang sakinah mawaddah wa rahma atas
dasar aturan aturan Islam bisa dilakukan dari dua arah. Yaitu suami dan
istri sekaligus.

Ketika membaca buku ini, saya terdiam dan berpikir. Untuk kesekian
kalinya -alhamdulillah- saya semakin yakin pentingnya ilmu agama dalam
beramal. Bahkan untuk berumahtangga pun kita harus punya ilmunya agar tidak
banyak kekeliruan kekeliruan yang kita buat. Contoh yang menarik adalah
kekeliruan sebagian suami sebagaimana dijelaskan pada point 10, yaitu
mengejutkan istri setelah lama bepergian. Sebagian dari para suami mungkin
mengira akan membuat 'surprise' (kejutan) dengan tiba tiba hadir dihadapan
istrinya. Maksudnya mungkin baik -menurut perkiraan mereka- yaitu agar
semakin bertambah rasa cinta diantara keduanya. Tetapi ini malah suatu
kekeliruan. Tidak semestinya seorang suami menjumpai istrinya secara tiba
tiba setelah bepergian jauh. Hendaknya memberi kabar dulu tentang
kedatangannya, bisa dengan menelpon atau sms. Dengan itu, seorang istri
punya waktu yang cukup untuk bersiap siap menyambut suaminya dengan baik.
Inilah yang bisa menambah rasa cinta diantara suami istri.

Semoga Anda semakin yakin bahwa menuntut ilmu agama itu penting dan memang
perlu...Wallahu A`lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar