11 Nov 2009

Model Baru Pembelajaran Bahasa Arab; hasil observasi di Bali

Pada hari Jum`at tanggal 6 Nopember 2009 kemarin saya bersama rombongan berangkat ke Bali untuk studi banding ke Indonesian Australian Language Foundation (IALF) yang beralamat di Jl. Sesetan 190 Denpasar Bali, dengan tujuan ingin mendalami sisi managemen, system pembelajaran, pengelolaan SDM, fasilitas, lingkungan, media, waktu belajar, materi, evaluasi dan metode yang digunakan.

Rombongan Program Studi Doktor dan Magister Pendidikan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berjumlah 5 orang ini dipimpin Dr. H. Torkis Lubis, DESS Ketua Program Studi Doktor (S3), Dr. H. Syuhadak Ketua Program Studi Magister (S2), H.M. Abd. Hamid, MA Sekretaris Program Doktor, dan saya sendiri Sekretaris Program Studi Magister PBA. Dalam pertemuan tersebut, kita disambut oleh managernya Mrs. Denies Finney dan Mrs. Caroline sebagai Kabid. ELTIS (English language training for Islamic schools) yang merupakan program pelatihan bahasa Inggris untuk guru-guru tingkat MTs. ELTIS adalah program yang dibentuk tahun 2007 di bawah LAPIS (learning assistance program for Islamic schools – program bantuan pembelajaran bagi sekolah-sekolah Islam) yang didanai oleh pemerintah Australia melalui AusAID. Dalam merekut guru-guru MTs ini LAPIS bekerjasama dengan DEPAG RI Pusat dan IAIN Sunan Ampel Surabaya.

IALF ini merupakan pusat pelatihan dan penyedia jasa konsultasi kebahasaan yang didirikan berdasarkan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Australia, yang saat ini dikenal sebagai salah satu lembaga bahasa terbaik dikawasan Asia Pasifik. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para peserta kursus serta untuk memperluas jaringan dan jalinan komunikasi, dengan fokus pengembangan empat ketrampilan berbahasa: speaking, listening, reading dan writing.

IALF Bali bekerjasama dengan International Development Program (IDP) yang menyelenggarakan study tour ke Australia, artinya mahasiswa Indonesia yang telah mendapatkan beasiswa study ke Australia maupun yang masih akan mencari beasiswa study ke Australia digodok di lembaga ini. Masa penggodokannya setiap peserta bervarasi melihat tingkat kemampuan bahasa Inggris mereka. Tes kemampuan peserta didik diukur dengan menggunakan International English Language Testing System (IELTS) dan tidak menggunakan TOFL lagi. IELTS adalah tes yang dipakai tolak ukur kemampuan berbahasa Inggris pelajar, mahasiswa dan pekerja juga pelamar Permanent Resident di Negara-negara yang berbahasa Ingris, seperti Australia, Inggris, Selandia Baru, Kanada, Amerika, dll. IELTS ini dikelola bersama-sama oleh IDP IELTS Australia, British Council dan Universitas of Cambridge ESOL. Jika hasil tes peserta kursus nilainya kurang dari 5 maka lama kursusnya 9 bulan, nilainya kurang dari 6 maka lama kursusnya 6 bulan, nilainya lebih dari 6,5 maka lama kursusnya 3 bulan, jika nilainya excellent maka waktu yang dibutuhkan cukup 1 bulan saja sebagai pemantapan.

Setelah mengadakan pertemuan seharian penuh mulai pagi hingga sore hari dan ditutup dengan observasi ke semua tempat dan fasilitas yang ada, maka kami beserta rombongan merasa sangat puas dengan penjelasan dan kenyataan yang ada karena harapan dan tujuan yang kami konsep sebelumnya sudah terjawab semua. Disamping itu lembaga ini memang benar-benar dikelola sangat professional baik dari sisi managemen pembelajaran, pengelolaan SDM maupun fasilitas sarana penunjangnya, yaitu ruang kelas dan ruang dosen semua ber-AC dan internet gratis.

Hasil observasi studi banding tersebut ---saya pribadi berpikir--- bahwa managemen pembelajaran bahasa Arab dikampus kita UIN Maliki ini sudah saatnya dibenahi agar menjadi lebih baik, terutama program khusus pengembangan bahasa arab (PKPBA) yang menjadi program unggulan dan sudah berjalan hampir 12 tahun tapi belum ada pembenahan yang signifikan dari sisi managemen pembelajarannya.

Pembenahan-pembenahan itu misalnya, peng-klasifikasi-an antara mahasiswa yang mahir berbahasa Arab dengan yang tidak bisa berbahasa Arab sama sekali, mahasiswa yang sudah mahir berbahasa Arab cukup mengikuti program intensif PKPBA pada malam hari saja dengan jumlah mahasiswa 15 orang perkelas, adapun mahasiswa yang tidak mahir berbahasa Arab harus mengikuti program intensif PKPBA mulai pukul 14.00 sampai dengan 17.00 dengan jumlah mahasiswa 15 orang perkelas dengan materi buku panduan Arabiyah Baina Yadaika seperti yang sudah berjalan seperti sekarang ini, adapun mahasiswa yang sudah mahir berbahasa Arab menggunakan materi khusus yang didesain untuk pengembangan dan pemantapan. Kelebihan model baru seperti ini adalah; 1) mahasiswa yang sudah mahir berbahasa Arab benar-benar mendapatkan ilmu pengetahuan baru tentang kebahasaan, mereka tidak dihadapkan pada pelajaran dasar lagi yang menyebabkan kejenuhan dan kejemuhan akibat mengulang pelajaran yang sudah mereka kuasai. 2) mahasiswa bisa belajar secara intensif dan benar-benar maksimal dengan jumlah mahasiswa 15 orang perkelas. 3) mahasiswa mempunyai waktu yang cukup untuk menghafalkan mufrodat atau kosa-kata yang merupakan kunci berbahasa. 4) ada perbedaan materi yang signifikan antara mahasiswa yang sudah mahir berbahasa Arab dengan yang tidak mahir. 5) tidak mengurangi waktu belajar, artinya waktu belajar tetap pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB. 6) tidak menambah jumlah dosen pengajar. Adapun kelemahan model yang sudah berjalan selama ini adalah; 1) jumlah mahasiswa yang terlalu gemuk dan tidak ideal menurut teori pembelajaran, dengan jumlah 35 mahasiswa per kelas menyebabkan proses pembelajaran tidak efektif. 2) mahasiswa tidak punya waktu untuk menghafalkan mufrodat dan mengerjakan tugas mandiri yang menyebabkan kurang berhasilnya tujuan pembelajaran. 3) mahasiswa yang sudah mahir berbahasa Arab kurang mempunyai greget lagi untuk belajar, mereka cenderung meremehkan pelajaran karena mengulang-ulang pelajaran yang sudah mereka kuasai. 4)tidak ada pembedaan materi antara mahasiswa yang sudah mahir berbahasa Arab dengan yang tidak mahir, karena buku panduannya sama yaitu Arabiyah Baina Yadaika.

Oleh karena itu apa salahnya kalau kita mencoba terobosan baru yang lebih efektif dan efisien, tentu tidak menghilangkan sesuatu yang sudah berjalan baik. SELAMAT DIRENUNGKAN dan MARI KITA COBA…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar