23 Mar 2010

Mu'tamar NU ke 32 di Makassar

Gegap gempitanya pembukaan Mu'tmar NU ke 32 di Makassar yang di buka pada hari ini Selasa 22 Maret 2010 oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sangat terasa sekali.

Terkadang saya berpikir jika membincangkan organisasi terbesar di Indonesia yakni NU dengan Islam kulturalnya tidak akan ada habis-habisnya, ibarat sumber mata air tidak pernah kering untuk diambil berkah dan manfaatnya. Sumber air yang kita reguk sangatlah berlimpah, anehnya semakin kita reguk dan kita nikmati bukannya menghilangkan rasa haus, justru menambah rasa dahaga itu sendiri.

Sejak NU diproklamirkan sebagai organisasi resmi tgl 31 Januari 1926 NU selalu mengalami dinamika yang cukup signifikan. Konstribusinya pada masa awal pendirian untuk melanggengkan Islam ke-Indonesiaan dari serangan gerakan puritanisme tidak dapat dianggap kecil, kita masih ingat bagaimana perjuangan NU untuk merebut kemerdekaan dengan membentuk tentara Sabilillah – Hizbullah, resolusi jihad dari KH. Hasyim As'ari yang menetapkan fatwa fardlu 'ain wajib hukumnya merebut dan mempertahankan kemerdekaan yang kemudian menjadi cikal bakal serangan 10 Nopember di Surabaya, diawal kemerdekaan bagaimana peran besar KH Wahid Hasyim dalam BPUPKI yang kemudian dipilih sebagai salah satu anggota "Panitia Sembilan" yang merumuskan Piagam Jakarta hingga menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai Dasar Negara bukan Piagam Jakarta, akhirnya membawa Indonesia terhindar dari perpecahan dan bencana disintegrasi.

Lewat sebuah perjalanan panjang dan berliku, sejak Muktamar NU ke 27 di Situbondo Jawa Timur pada tahun 1984, NU telah memproklamirkan diri "Kembali ke Khittah 1926" dengan merumuskan 3 konsep persaudaraan yaitu ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah, juga menghasilkan kesepakatan untuk tidak terlibat dengan partai politik dan kembali berkonsentrasi pada persoalan keummatan. NU kembali focus pada 4 garapan besar yakni da'wah amar ma'mur nahi munkar, pendidikan, social kemasyarakatan dan ekonomi kerakyatan.

Semoga kami sebagai generasi mudanya bisa menjaga Khittah 26 tersebut dan melanjutkan perjuangannya ke depan dengan memberi konstribusi dan pencerahan kepada masyarakat.

Mabruuk…Muktamar NU ke 32 di Makassar Sulawesi Selatan, semoga hasil keputusanmu memberi manfaat pada agama, bangsa dan Negara, memberi kesejukan pada masyarakatmu dan sinarmu memantulkan wajah Islam ke-Indonesiaan yang damai…Amiin Ya Robb..

1 komentar:

  1. asyik mut'tamar d makassar lbh bagus klwd tmpt nnt d mkassar lg iys

    BalasHapus